PT.Pusat Gronding Indonesia - Jual penangkal petir dan Jasa Pemasangan Anti Petir
Welcome to Pusat Gronding Indonesia !

APA PERBEDAAN ANTARA PROTEKSI PETIR PASIF DAN AKTIF?

Penulis : PGI 11 Des 2023 Dilihat: 160 kali

APA PERBEDAAN ANTARA SISTEM PROTEKSI PETIR PASIF DAN AKTIF?

Kita harus memahami dasar-dasar pembentukan sambaran petir terlebih dahulu untuk memahami dengan benar berbagai sistem ini dan mekanismenya dalam lingkup Perlindungan.

Awan di atmosfer dunia umumnya membawa dan terdiri dari sejumlah besar partikel air lembab dalam bentuk gas. Begitu juga dengan material fisik apa pun yang mempunyai/mungkin mempunyai beban listrik terutama bila partikel-partikel tersebut mendapat beban potensial umumnya dengan cara saling bergesekan. Kondisi ini terus-menerus membebani awan tersebut dengan muatan listrik negatif. Di sini kita berbicara tentang muatan listrik yang sangat besar, yaitu ratusan kA, dan terlebih lagi muatan listrik yang menyebar bebas di negara-negara tersebut. Muatan listrik sebesar itu tidak dapat bertahan terlalu banyak dalam formasi awan. Seperti muatan listrik lainnya, ia juga memilih untuk dilepaskan dengan lokasi yang berlawanan, positif dalam contoh ini.

Ketika medan listrik ini menemukan material bermuatan positif yang berlawanan, ia cenderung melepaskan bebannya. Kami menyebut fenomena ini sebagai “Petir”. Dalam banyak kesempatan, arah petir adalah dari awan ke tanah, namun petir juga bisa datang dari tanah ke udara. Sebagian besar tergantung pada intensitas tagihan. Dalam kondisi pelepasan seperti itu, medan listrik selalu memilih jalur yang paling resisten.


APA ITU SISTEM PERLINDUNGAN PETIR PASIF?

Sebagai sistem Penangkal Petir tertua dan terluas, sistem pasif (batang konvensional, batang sederhana, batang Franklin) telah digunakan selama hampir 200 tahun di seluruh dunia. Batang konvensional dipasang pada bangunan yang ingin dilindungi dari dampak negatif yang berat dari Petir. Namun jika batang konvensional tidak dapat dipasang dengan benar dan pada posisi yang tepat maka kapasitas proteksinya juga akan berkurang. Karena kemampuan jenis batang tersebut berbeda-beda tergantung pada ketinggian tempat pemasangannya, arah batang, material, bangunan tetangga dan juga posisinya.

Misalnya; Sambaran petir dapat/mungkin melewati sistem pasif konvensional yang salah dipasang ke antena di atas gedung meskipun penangkal petir pasif ini dipasang pada posisi yang lebih tinggi dari antena. Dalam kondisi seperti ini kita tidak dapat berbicara tentang area perlindungan penuh jika sistem pasif tidak dipasang dengan benar dan profesional pada bangunan.

Sebagai alternatif, permukaan atas bangunan dapat dilapisi dengan tembaga penuh atau sistem pasif lainnya untuk mencegah pelepasan sambaran petir. Sistem ini umumnya disebut “metode mesh” dalam operasi Penangkal Petir. Hal ini meningkatkan Perlindungan dari kerusakan tak terduga dan memberikan Perlindungan yang lebih baik.

Penangkal petir umumnya tidak menghindari sambaran petir secara langsung melainkan “menangkapnya”. Mereka dengan baik hati menarik sambaran petir kemudian memindahkan pelepasan energi ke tanah daripada meneruskannya ke gedung. Penangkal petir konvensional secara teknis mampu mengalihkan sambaran petir langsung dari bangunan. Karena sambaran petir langsung dapat/dapat menimbulkan kebakaran besar dan kerugian baik terhadap bangunan maupun manusia.


APA ITU SISTEM PROTEKSI PETIR AKTIF?

Ada berbagai jenis sistem Penangkal Petir yang aktif dan lebih canggih. Kami akan merangkum beberapa di antaranya di sini;

1. Sistem Emisi Streamer Awal (ESE).

Seperti sistem pasif konvensional, Early Streamer juga mencoba menarik sambaran petir ke dirinya sendiri dan menghantarkan muatan besar ke tanah. Namun, tidak seperti sistem pasif, ESE juga menciptakan medan listrik yang terionisasi untuk meningkatkan kemungkinan antisipasi Petir. Mekanisme internal dalam ESE memungkinkan sistem ini menghasilkan ION positif dan memberdayakannya untuk menarik beban listrik negatif yang berat di awan.

Berkat udara inonisasi yang dihasilkan secara artifisial di sekitar mereka, ESE juga mampu menciptakan kubah pengaman dalam Radius tertentu. Kubah tak kasat mata ini disebut “Area Perlindungan”. ESE berkomitmen untuk menarik dan menyalurkannya ke tanah setiap sambaran petir yang dapat/mungkin terjadi di area ini.

Area perlindungan ESE ditentukan oleh parameter yang disebut nilai “waktu maju (DeltaT)”. Menurut Standar ESE NFC 17-102/2011, agar dapat diterima sebagai ESE, nilai DeltaT sistem Proteksi Petir yang aktif harus berada dalam kisaran 10 hingga 60 mikrodetik. Artinya ESE dapat melindungi suatu area dalam jangkauan hingga 107 meter. Lihat bagaimana kawasan perlindungan dihitung di sini.


2.Sistem Transfer Biaya

Berbeda dengan ESE, sistem ini menjanjikan untuk mencegah kemungkinan sambaran petir dibandingkan mencoba menariknya. Jika ESE menghasilkan udara terionisasi untuk menciptakan medan listrik buatan, CTS mencoba melarutkan area terionisasi tersebut dan memindahkan kemungkinan sambaran petir ke atmosfer padat listrik yang lebih berat.

Dalam sistem ini pengurangan zona listrik menjadi tujuan utama. Penciptaan sistem ini mengklaim bahwa rumus dasar matematika dan fisika memberi tahu kita bahwa ini adalah cara terbaik untuk mencegah efek negatif yang parah dari sambaran petir.


3. Susunan Disipasi

Seperti CTS, Sistem DA juga berupaya mencegah sambaran petir dibandingkan mengantisipasinya. Prinsip intinya adalah menciptakan area bebas petir di lokasi pemasangan dengan menciptakan medan listrik negatif. Seperti yang telah kita periksa dalam formasi sambaran petir, muatan listrik di awan memilih jalur muatan positif yang paling resisten terhadap tanah. Sistem DA berkomitmen untuk menghilangkan pembentukan medan listrik bermuatan negatif dan juga pelepasan sambaran petir.


APA PERBEDAAN ANTARA SISTEM PROTEKSI PETIR PASIF DAN AKTIF?

Penjelasan singkatnya, sedangkan sistem proteksi petir pasif hanya melindungi benda-benda kecil tertentu seperti atap bangunan, cerobong asap dan tiang penerangan asalkan dipasang dengan benar pada posisi yang diinginkan, sistem proteksi petir aktif mencoba meningkatkan kemungkinannya untuk menarik atau mencegah sambaran petir berkat teknologi yang berbeda. Perbedaan khusus lainnya dapat diringkas sebagai berikut;

  • Sistem pasif lebih murah dan mudah dipasang. Namun jika tidak dipasang dengan baik performa kerjanya bisa/mungkin menurun hingga 0%,
  • Kinerja sistem aktif jauh lebih tinggi dibandingkan sistem pasif. Karena sistem ini menggunakan teknologi tambahan yang berbeda, seperti ionisasi udara di ESE,
  • Untuk sistem aktif, struktur pentanahan perlu dibuat lebih baik karena kemungkinan tarikan yang lebih tinggi memerlukan sistem pentanahan yang lebih tepat pula,
  • Sistem pasif memerlukan lebih sedikit operasi pemeliharaan

Tag

Post Terbaru

© - Powered by Indotrading.